Minggu, 22 Maret 2015

Anta Nurul Qolby

*Jika namamu yang tertulis dilauhul Mahfudz untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan senantiasa tertanam dan dijaga oleh Allah dalam diri kita. Tugasku bukanlah mencari dirimu, bukanlah mengharapkan kau selalu bersamaku, tetapi tugasku adalah berusaha mensolehahkan diriku dan senantiasa memperbaiki diri untuk menjadi mar'atus sholihah dan umi yang baik untuk buah hati kita nantinya.Wahaiseseorang yang tertulis dilauhuhl mahfudzku, suami dan abi bagi anak-anakku, engkau yang kan menemani perjalanan ibadahku nanti, aku percaya engkau sedang memperbaiki dirimu, berusaha untuk mensolihkan diri, memantaskan dirimu untuk menjadi imam bagi tulang rusukmu, dan para mujahid-mujahidahmu kelak..Ilalliqo' ya Habiiby ;)

Senin, 02 Maret 2015

Nothing

Sudah berapa kali matahari menampakkan sinarnya yang cerah dan penuh semangat, sudah berapa kali bulan dan bintang menghiasi malam disetiap harinya, dan sudah berapa kali kaki ini berajak untuk berangkat mencari setitik ilmu dijami’ah ini?? Sudah berapa kali ku tanya?
Apa yang ku dapat, rasanya hanya suatu ruang hampa yang kosong tanpa berisi apapun didalamnya. Seperti itulah aku menggambarkan diriku sendiri. Ilmu apa yang sudah ku peroleh, pengalaman apa yang sudah ku lalui, prestasi apa yang sudah ku capai.. NOL BESAR!
aku bukan aku.. kemana ?? Harus sampai kapan seperti ini? Kapan mengakhiri permainan konyol ini.
sudah banyak uang yang aku habiskan selama ini. Entahlah, apa yang harus aku lakukan, mungkin 1 tahun pertama ini adalah tahun penyesuaian untuk ku, dan selanjutnya semua ini haruslah aku hentikan, aku tidak boleh berada dalam posisi nyaman seperti ini. Semua harus aku akhiri, dan aku akan mengawalinya dengan seorang nila yang aktif. Lebih menantang dunia. Aku tidak akan pasif..
tapi mungkin aku akan melangkah mundur kembali, yaa aku harus mundur, karna mungkin lingkunganku sekarang sangat membuatku tidak nyaman atas diriku sendiri. Merasa bukan layaknya manusia.. bagaimana tidak, aku untuk bisa bertahan didunia sperti itu.. Terlalu kejam, dan mungkin saja.. sudah banyak waktu yang telah aku sia-siakan dulu.. Hingga kini aku pun merasa bingung atas kemampuanku..
Hanya bermodalkan keberanian, tanpa mempunyai pegangan kuat sebelumnya, ibarat rumah yang pondasinya hanya sejungkil-sejungkil rerumpuhan.. Tidak akan kokoh bangunannnya.
Permisalan atas diriku yang belum bisa mempunyai arti..